Memilih Oli yang Cocok Untuk Mesin Mobil

Cara Memilih Oli yang Cocok Untuk Mesin Mobil

Salah satu lngkah merawat mesin mobil adalah dengan engganti oli secara brtkala. Memilih oli yang sesuai dengan mesin mobil yang dimiliki tentu sangat diperhatikan, termasuk Anda yang memiliki mobil tentunya. Menggunakan oli yang sesuai dengan mesin sangat penting untuk membuat mesin mobil dapat kembali bekerja dalam performa terbaik. Karena oli mobil yang cocok dengan mesin dapat secara optimal mengurangi gesekan antar komponen di dalam mesin dan membantu mengurangi panas mesin.

Tetapi jika Anda salah memlilih oli yang sesuai dengan mesin mobil Anda, akan mengakibatkan tenaga mesin terus menurun. Memang, biasanya montir di bengkel kepercayaan akan merekomendasikan jenis oli yang cocok untuk mobil Anda. Tetapi, Anda juga harus pelu mengetahui cara memilih oli yang cocok untuk mesin mobil Anda. Dan itu adalah informasi dasar kendaraan mobil yang harus diketahui.

Memilih Oli yang Cocok Untuk Mesin Mobil
Jenis mobil sport sebaiknya menggunakan oli mesin sport. Sumber Unsplash

1. Mesin Mobil

Memahami mesin mobil dapat dilakukan dengan membaca informasi dalam manual book yang disertakan saat pembelian. Umumnya di dalam manual book dijelaskan mengenai spesifikasi mesin dan jenis oli yang cocok sesuai mesin. Anda tidak perlu khawatir mengenai merek, karena selama spesifikasinya dapat diterima oleh mesin mobil maka pemilihan oli pun dapat dikatakan sudah benar. Dan anda pun bisa menggamti oli mobil sendiri.

2. Pelumnas (Oli) Mesin Mobil

Pelumas mesin merupakan cairan sangat penting untuk mobil Anda. Sama halnya bahan bakar, pada manual book mobil, Anda dapat membaca informasi tentang jenis dan volume pelumas yang dibutuhkan setiap melakukan perawatan rutin. Pastikan volume pelumas sesuai dengan anjuran agar performa mesin tidak menjadi berat. Memilih oli yang tepat bagi mesin mobil Anda akan sangat berpengaruh terhadap penggunaan bahan bakar jangka panjang. Anda tentu ingin mobil dapat bertahan agak lama atau tidak terlalu boros bahan bakar ketika berada di jalan macet atau di perjalanan jauh.

3. Kekentalan Oli

Sebagaimana sifat cairan saat dipanaskan, oli dapat juga menjadi lebih encer atau menurun kekentalannya saat berada di tengah kemacetan. Kondisi ini dapat membuat oli lebih mudah menguap ke ruang bakar. Jika hal ini terjadi, maka volume oli akan cepat berkurang, sehingga perlindungan terhadap komponen bergerak di dalam mesin menjadi tidak maksimal.

Tingkat keausan komponen bergerak di dalam mesin yang terjadi selama pemakaian membuat celah tipis (clearance) antar komponen semakin besar, termasuk celah antara ring piston dan dinding silinder. Hal ini tentu tidak terlihat secara kasat mata. Maka dalam memilih oli perlu juga mempertimbangkan :

  1. Oli tersebut tetap melekat pada permukaan komponen mesin, tidak mudah turun ke bagian bawah mesin.
  2. Oli harus dapat membentuk lapisan tipis (oil film) yang dapat memperbaiki dengan sendirinya, untuk memberikan perlindungan ekstra untuk mencegah kontak langsung antar komponen mesin di setiap tahap kondisi mobil berhenti dan jalan kembali.
  3. Oli harus mampu mengurangi keausan pada mesin mobil yang sering mengalami berhenti jalan kembali. Maka perlu dilengkapi formula ART (Age Resistance Technology), sehingga memberi perlindungan dan menjaga mesin agar bekerja dengan maksimal, serta menjaga keremajaan umur mesin lebih lama.

Walau memiliki fungsi yang sama, namun oli tidak dapat melindungi mesin secara maksimal jika kandungannya tidak sesuai dengan karakter mobil Anda. Biasanya perbedaan tersebut dapat dilihat dari kekentalan cairan oli. Tingkat kekentalan alias viscosity-grade ini ditunjukkan dengan nomor Society of Automotive Engineer (SAE). Semakin besar angka yang berada di belakang kode SAE, maka itu menunjukkan konsentrasi cairan yang lebih kental. Sebagai contoh, oli dengan kode SAE 15W-40. Kode tersebut menunjukkan bahwa kekentalan pada kondisi winter (WAE) adalah 15 sementara saat panas 40.

Hal utama yang perlu diperhatikan adalah spesifikasi kekentalan oli yang ditandai dengan kode SAE dan diikuti dengan deretan angka. Secara umum, angka di depan menunjukkan tingkat kekentalan oli dalam kondisi dingin. Sedangkan angka di belakang menunjukan viskositas oli saat berada di kondisi panas atau pada suhu kerja mesin.

4. Bahan Pembuatan Oli

Oli mobil dibedakan menjadi tigas jenis berdasarkan bahan yang digunakan, diantaranya :

  1. Jenis oli sintetis : Dibuat dari berbagai bahan kimia dengan sifat aditif
  2. Oli mineral : Dibuat dari ekstraksi minyak bumi (alami).
  3. Oli semi sintetik : Bahan baku oli semi sintetik berasal dari bahan-bahan campuran, yakni sintetik yang dikombinasikan dengan mineral minyak bumi.

Oli sintetik memiliki formula yang lebih baik dibanding oli mineral. Para produsen oli juga selalu memberikan garansi proteksi dan jangka waktu pemakaian yang lebih lama dibanding oli mineral. Sehingga harganya juga lebih mahal. Teknologi Dual VVT-i, membuat mesin ini mampu menenggak oli dengan tingkat kekentalan (viskositas) 0W-20. Namun, bukan berarti oli sintetik cocok digunakan untuk semua kendaraan.

Biasanya oli sintetik memiliki nilai SAE yang rendah alias lebih encer. Sehingga oli jenis ini dianggap kurang cocok untuk kendaraan yang masih menggunakan mesin teknologi lama. Untuk segmen tertentu bisa jadi oli teknologi terbaru tidak cocok untuk jenis kendaraan tertentu, misalnya kendaraan tua. Jadi setiap kendaraan membutuhkan spesifikasi oli yang berbeda. Untuk kendaraan yang sudah menggunakan mesin teknologi terbaru, disarankan untuk menggunakan oli sintetik. Karena sejalan dengan pengembangan teknologi mesin, oli sintetik juga memiliki keunggulan dibanding oli mineral.

5. Kondisi Oli

Fungsi oli yang lain perlu Anda ketahui yaitu sebagai pelindung karat, menjaga kestabilan suhu mesin, dan pembersih serta menutupi celah dinding mesin. Cukup banyak bukan fungsinya? Oleh karena itu, setelah memilih oli yang tepat untuk mobil Anda, jangan lupa untuk memeriksa kondisi dan volumenya secara rutin.

Oli mesin sangat berpengaruh dengan keawetan mesin. Sumber Unsplash

Jika tidak, bukan hanya mesin saja dapat terkena dampaknya, bisa jadi komponen mobil lain ikut rusak karena kesalahan tersebut. Bagi Anda yang ingin membeli mobil bekas, memeriksa kondisi dan volume oli mesin mobil incaran juga sangatlah penting. Anda bisa mengetahui kualitas mesin dari kondisi olinya. Salah satu indikasi mesin mobil bermasalah adalah jika oli seperti berpasir atau sudah tercampur air. Jika Anda menemukan kondisi oli seperti itu, Anda harus waspada.

Itulah informasi mengenai memilih oli yang cocok untuk mesin mobil. jika anda masih ragu dalam mengganti oli mobil, anda bisa ke bengkel variasi mobil Jogja terdekat untuk mengganti oli mobil anda.

Leave a Comment